Info Liga Jerman

Carlo Ancelotti berambisi untuk samai rekor Pep Guardiola di Bayern Munchen

Don Carlo sangat berambisi untuk menyamai prestasi yang ditorehkan oleh pendahulunya di Bayern,Pep Guardiola.Ancelotti memang terkenal sebagai seorang pelatih yang cukup ambisius dalam mematok target kepada klub yang ditanganinya.

Rekor yang dimaksud tersebut adalah keberhasilan Bayern untuk menembus semifinal Liga Champions selama tiga musim berturut-turut.Memang Pep Guardiola gagal mempersembahkan gelar Liga Champions kepada publik Bavarian,namun pencapaian tersebut dianggap sensasional oleh Ancelotti.

Sementara di Jerman sendiri,Bayern Munchen sukses dibawanya mendominasi Bundesliga selama tiga musim berturut-turut,serta sepasang raihan gelar DFB Pokal dan UEFA Supercup melengkapi prestasi Pep Guardiola di Bayern Munchen.
Ancelotti ditugaskan menangani Bayern Munchen sebenarnya untuk dapat mempersembahkan trofi Liga Champions.Berkaca pada keberhasilan Don Carlo saat menangani EL Real,yang sanggup dibawanya merengkuh gelar Liga Champions ke 10nya.
Untuk itu fokus di Bundesliga tidak begitu besar pada musim ini,sehingga sampai pertengahan musim Bayern masih di tempel ketat oleh tim kejutan yang musim ini baru promosi ysitu RB Leipzig dengan hanya terpaut tiga poin saja.
Padahal beberapa musim terakhir Bayern selalu melesat sendirian dan berhasil menjaga jarak dengan pesaing terdekatnya seperti Borussia Dortmund dengan jarak poin yang cukup jauh di klasemen.Dengan demikian jelas terlihat bahwa Bayern saat ini lebih fokus Di ajang Liga Champions Eropa.
Don Carlo harus mencari formula baru
Tapi masih banyak PR yang harus dikerjakan oleh Don Carlo di Bayern Munchen,karena butuh banyak waktu untuknya mendapatkan formula yang paling cocok untuk membuat Bayern semakin kuat,terutama di level Eropa tentunya.
Dengan beberapa tambahan amunisi pada pertengahan musim ini akan sangat membantu Carlo Ancelotti untuk menjaga kedalaman skuat dan juga untuk meregenerasi barisan pemain yang dianggap sudah mulai dimakan usia.Terutama pada barisan belakang tim yang dihuni sederet pemain berusia kepala tiga.