Info Liga Jerman

Insiden Jari Tengah, Ancelotti Diminta Bayar Rp 70 Juta Untuk Amal

Pelatih Bayern Munich Carlo Ancelotti akan menyumbangkan 5.000 euro (sekitar Rp 70 juta) ke badan amal setelah melakukan gerak tubuh yang tidak pantas kepada para penggemar Hertha Berlin setelah mereka bermain imbang 1-1 pada Sabtu lalu.

Pelatih Bayern Munich Carlo Ancelotti tak akan mendapat hukuman namun diminta menyumbangkan 5.000 euro (sekitar Rp 70 juta) ke badan amal setelah melakukan gerak tubuh yang tidak pantas kepada para penggemar Hertha Berlin setelah mereka bermain imbang 1-1 pada Sabtu lalu.

Keputusannya ini diambil oleh Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) pada Selasa (21/2). Dengan keputusan ini maka mantan pelatih Real Madrid ini terbebas dari hukuman harus absen mendampingi timnya. Dia hanya diminta membayar sejumlah uang dan akan disumbangkan ke badan amal.

Pria Italia itu mengacungkan jari tengahnya setelah meninggalkan lapangan pada akhir pertandingan, dan belakangan ia mengatakan dirinya melakukan hal itu karena ia diludahi oleh penggemar tuan rumah.

Bayern mencetak gol pada menit keenam masa tambahan waktu di mana tuan rumah Hertha dibuat geram dengan panjangnya masa tambahan waktu.

Usai peluit panjang benar-benar dibunyikan, penggemar Hertha Berlin diduga meludahi bos Bayern Munich, Ancelotti, ketika ia berjalan ke terowongan menuju ruang ganti, dan juru taktik asal Italia tersebut bereaksi dengan mengacungkan jari tengahnya.

Ketika berbicara kepada ARD Sportschau, Ancelotti membenarkan hal kejadian tersebut, “Ya, (saya mengacungkan jari tengah) saya membuat gesture ini karena sebelumnya saya sempat diludahi.”

DFB mewajibkan sang pelatih untuk beramal

DFB mengatakan pihaknya telah menyelesaikan investigasi terhadap insiden itu dan mewajibkan sang pelatih menyumbang untuk amal.

“Investigasi telah selesai dengan kesepakatan bersama pengadilan olahraga DFB. Terkait dengan itu pelatih Bayern Munich membayar 5.000 euro untuk yayaran Sepp-Herberger.” Yayasan amal DFB itu dinamai dengan nama almarhum pelatih Jerman dan mengerjakan sejumlah proyek sosial.

Bayern Munich tertinggal 1-0 sejak menit ke-21 lewat gol yang diciptakan oleh Vedad Ibisevic, akan tetapi dengan lima menit tambahan waktu, pemain pengganti Robert Lewandwoski ternyata mampu menyelamatkan Die Roten dari kekalahan.

Dan hal yang mengejutkan adalah gol penyama kedudukan tersebut datang pada menit ke-95 lebih 59 detik, atau bisa dikatakan lebih satu menit dari lima menit perpanjangan waktu yang diberikan ofisial pertandingan.

Don gol ke-16 Leewandowski itu sekaligus membuat sejarah baru di Bundesliga sebagai gol paling telat yang pernah ada sejak 2004-05 silam.