Info Liga Jerman

Philipp Lahm Enggan Jadi Pelatih

Philipp Lahm mengaku tidak tertarik untuk menjadi pelatih sebuah tim jika karir sepak bolanya berakhir di Bayern Munich nanti.

Pemain yang menjadi bagian skuat kemenangan tim nasional Jerman di Piala Dunia 2014 ini memutuskan untuk gantung sepatu pada akhir musim nanti, bersamaan dengan habisnya kontrak di Bayern Munchen.

Ia pun sempat ditawari untuk menjadi direktur olahraga Bayern, menggantikan Matthias Sammer yang sudah lebih dulu mundur pada tahun lalu dengan alasan kesehatan. Akan tetapi pria berusia 33 tahun ini belum memikirkan karirnya pasca pensiun nanti.

Philipp Lahm belum bisa membayangkan dirinya menjadi pelatih

“Untuk saat ini, saya tidak bisa melihat diri saya menjadi seorang pelatih,” ujar Lahm, seperti dikutip dari L’Equipe.

“Jika saya mesti memutuskan hari ini juga, maka saya akan menolak (menjadi pelatih). Tapi untuk nanti, siapa tahu (berminat menjadi pelatih).”

“Saya menghabiskan waktu saya di atas lapangan, seperti yang sudah saya lakukan selama 25 tahun. Jadi pekerjaan menjadi pelatih bukan sesuatu yang mengoda untuk saat sekarang.”

“Saya selalu senang berfikir soal pola-pola permainan dan sudah pasti akan melakukan hal tersebut di depan televisi, tapi untuk menjadi pelatih, untuk terlibat dalam dunia sepak bola terus menerus, untuk menyiapkan pertandingan dan latihan… Saya tidak bisa membayangkan jika saya bisa menemukan kenyamanan di pekerjaan tersebut dan padahal kenyamanan sangat penting dalam sepak bola.”

Saat ini skuat asuhan Carlo Ancelotti berada di posisi puncak klasemen sementara Liga Jerman, lolos ke babak semi-final Piala DFB dan berada di atas angin pasca mengalahkan Arsenal 5-1 di Liga Champions.

Menurut Lahm, timnya bisa mewujudkan impian untuk meraih trebel seperti kala dilatih oleh Jupp Heynckes dahulu.

“Musim ini segalanya bisa terjadi. Kami sedang unggul di Liga Jerman, masih bermain di Piala Jerman dan memiliki peluang untuk lolos ke perempat-final Liga Champions.”

“Dalam pertandingan-pertandingan penting, tim selalu bisa bermain baik. Selalu lapar untuk menjadi juara, selalu berada di kondisi teratas setiap tiga hari, bermain sepak bola yang bagus, dan itu tidak mudah.”